FILIPINA

Ursuline Sisters - Fairview, Philippines

Ada 9 Ursulin Thailand yang study di Philippines, mereka tinggal di rumah sewaan di Tandangsora. Sejak 1992 mereka membeli sebuah rumah milik Mr. Babalan seorang Insyiur yang terletak di 26 Dona Lucia St. Dona Carmen sebagai rumah study sesuai dengan status rumah tersebut. Pada tahun 1993 Ursulin Asia Tenggara punya rencana mendirikan komunitas Internasional berkedudukan di rumah tersebut. Sr. Jeannette Krista / Provinsial Indonesia waktu itu mengirim Sr. Johana ke Philippines sebagai salah satu komunitas Internasional yang direncanakan. Itu terjadi pada tanggal 6 Oktober 1993. Menurut Sr. Jeannatte di Philippines sudah ada karya untuk orang miskin. Setelah Sr. Johana sampai ternyata lain situasinnya. Komunitas Internasional tidak bisa dilaksanakan karena Ursulin dari Negara lain di Asia tidak bisa kirim utusan. Karya untuk orang miskin kabur karena semua suster study. Ada 1 calon ( Rose Marie) yang kerja full disalah satu perusahaan di Makati. Kalau hari Sabtu atau Minggu ke Dona Carmen lalu ke Payatas mengajar anak-anak kecil dan ternyata tidak konsisten lalu hilang. Sr. Johana juga tidak bisa meneruskan karena bahasa belum bisa. Maka, Sr. Johana les Tagalog. Sesudah les ya nggak bisa menganggur. Saat itu SR. Edith Onfireros juga tinggal di komunitas itu, kendati mereka tidak bisa “ketemu”. Waktu berlangsung terus, para Suster Thailand sudah banyak yang selesai dan pulang ke Thailand, tinggal Sr. Waliwan yang ada, Dia juga kos di Santa Dominggo Cubao-jarang ke Fairview.

Suatu hari ada satu kelompok pemudi karyawati Kantor Sosial Caritas Manika yang rekoleksi di rumah dengan bimbingan Sr. Edith. Pada waktu kosong kami membicarakan tentang kemungkinan-kemungkinan peleyanan pada orang kecil, maka mereka menganjurkan ke Payatas rubbish dump. Mereka akan memperkenalkan dengan Pastor CM, tetapi SR. Johana datang sendiri bertemu dengan Pastor Bebot CM. Beliau menerima kita dengan baik karena telah mengalami tinggal da salah satu rumah Ursulin di Amerika. Beliau usul supaya kita memilih kerjaan apa yang kita mau – kita memilih Education. Mulailah kita dengan pelayanan bagi anak-anak yang kerjanya sebagai pemulung di pembuangan sampah dalam 3 hal bersama Suster, FCJ yaitu:

  • Learning Activity ( les setiap hari Sabtu lalu feeding)
  • First aid – Setiap hari siap pertolongan pertama karena anak-anak selalu ada yang kecelakaan di gunung sampah.
  • Livelihood : Membuat kartu supaya anak-anak mengurangi kegiatan di sampah, melainkan memiliki hasil. Sr. Johana membantu menjual ke Suster-Suster Ursulin di luar negeri. Ini sangat menolong banyak untuk biaya sekolah.

Selama 7 tahun Sr. Johana di sekitar Rubbish Dump dengan keadaan yang amat tidak sehat, hanya karena penyelenggaraan Illahi Sr. Johana tidak sakit. Pada tahun 1995 Sr. Christina datang kerja di BEC. Kemudian tidak cocok dengan Sr. Edith, maka Sr. Edith pindah. Pada tahun 2000 Sr. Johana di undang ke UK untuk member informasi pada murid –murid Ursulin di seluruh UK sambil informal fundrising, hasilnya Ursulin dapat membuat rumah untuk rehab anak-anak, 1 rumah di Payatas B, 1 rumah di Montelban, sampai sekarang rumah-rumah tersebut masih berfungsi. Pastor CM di Payatas punya banyak macam pelayanan, antara lain “ Homeless Feduration” perumahan untuk orang-orang yang homeless di Mindanao. Pastor melihat kenyataan bahwa anak-anak dari homeless di Mindanao ada yang cacat dan belum ada yang mengurus, maka Fr. Bebot minta SR. Johana ke Mindanao setelah persiapan kursus kesehatan 1 tahun dan training CBR.

Pada tahun 2001 mulailah CBR Mindanao dengan 5 anak dari Squatter area dipinggir sungai Davao. Kami masih kerjasama dengan CM bersama dengan berlangsungnya waktu tersebarlah dari mulut ke mulut tentang adanya program untuk anak cacat. Jumlah anak semakin bertambah cepat dan berkembang ke daerah-daerah lain: Dari Davao City ke Davao de Norte, Davao de Sur, Davao Oriental, General Sentos, Saranggani, Province ( Malungan 3 kelompok, Alabel, Glan- 2 kelompok Baliton, Pangyan, Margus). Davao City berkembang ke Mandug. 75 % pelayanan kita ada di orang miskin, pegunungan dan dari keluarga miskin dan amat miskin. Mulailah kita membangun partnership dalam pelayanan karena tak mungkin kita bisa membbiayai apalagi CM sudah melimpahkan karya ini kepada Ursulin. Terbentuklah networking antara Ursulin dengan United Christian Church of the Philippines (UCCP). Dokter spesialis, rumah sakit pemerintah dan swasta, sekolah-sekolah yang mana sejak adanya CBR ada lay volunteer yang memiliki komitment kerjasama dengan kita. Sekarang ada 16 lay volunteer di Mindanao. Jumlah anak yang kita layani mencakup 400 anak, sebagaian sudah dewasa, pindah, kerja atau meninggal sehingga dalam kurun waktu kurang lebih 17 tahun masih ada anak 225 ( termasuk Fairview) . Jumlah tersebut terdiri dari macam-macam kecacatan yang paling banyak adalah karena factor kemiskinan. Pelayanan tersebut dulu ditunjang financially dari Liliane Foundation berpusat di Belanda ( 2002-2014, lancar tak pernah ada problema kendati dana dari sana tak mencukupi). Tahun 2015-2016 dibantu oleh Norfil. Kami memutuskan hubungan dari pihak kita karena kita tak mampu membuat laporan admin dan dan amat kecil. SEjak tahun 2017 tak ada hubungan. Pada tahun 2009 ada pertemuan biarawan/i paroki Holy Trinity di Ursulin bersama bapak Uskup Tobias. Ada sharing tentang pelayanan maka, beliau minta agar Ursulin buat yang sama dengan Mindanao untuk anak-anak cacat karena di HTP belum ada maka mulailah Ursulin dengan pelayanan CBR sampai sekarang. Provinsi menyumbang USD 3.00 yearly. Started 2017 menyumbang USD 5000 yearly. 


Ursuline Sisters
26 Dona Lusia Street
Dona Carmen Subdivision, FAIRVIEW
QUEZON CITY 1118
PHILIPPINES
Tel./Fax: (+63) 001-63-2-4270723
Email: Sr. Seli:  selinteme.osu1983@gmail.com