Komunitas Ursulin hadir di Keuskupan Ruteng Februari 1970 atas permintaan Mgr. W. Van Beckum, SVD. Adapun Para suster Ursulin yang merintis Komunitas ini adalah Sr. Julie Van Denberg, Reinilda, OSU ( orang Jerman ) Sr. Alphosa Martadikrama, OSU, Sr. M.Paul Siseng, OSU. Mereka mulai dengan menempati rumah pastoran yang luasnya tidak seberapa. Dengan bermodalkan rumah yang dipinjamkan oleh Bapak Yoseph Soe, Para suster mulai membuka asrama untuk mahasiswi calon Katekis serta siswi SPG Santo Aloysius, di dekat tempat tinggal Suster- suster. Tahun 1973 Komunitas membangun gedung biara sendiri.
Sementara itu kursus menjahit dan memasak bagi gadis- gadis Manggarai yang tidak mampu melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, pun mulai dirintis. Peminat semakin banyak, sehingga kursus dilaksanakan pagi dan sore. Pagi hari untuk gadis- gadis putus sekolah dan sore hari khusus kelompok ibu- ibu, dengan menggunakan Aula Paroki kumba di Ruteng. Semua berjalan dengan baik dan lancar. Tahun 1974 dibangun gedung baru untuk karya kerasulan terdiri dari 3 ruang dengan fungsi sebagai berikut : Komisi Katekletik Keuaskupan 1 ruang, Ruang pembinaan kaum muda utk Sr. Fidelis, OSU 1 ruang serta ruang Kursus menjahit untuk Sr. Alphonsa, OSU. Pada tahun yang sama dibangun pula asrama untuk peserta kursus menjahit.
Gereja maupun pemerintah mendukung karya kerasulan yang baru dirintis ini, Gereja mefasilitasi tempat dan membantu promosi di paroki- paroki. Pemerintah menyumbang beberapa mesin jahit. Kursus ini awalnya cukup diminati, sehinggan membuka cabang di kecamatan Lembor dan di Ranggu. Para Suster mebuat jadwal dalam setiap minggu untuk kursus di dua tempat ini. Penyelenggaraan kursus ini bertahan hingga beberapa tahun, namun dengan berhasilnya program wajib belajar dari Pemerintah gadis- gadis putus sekolah pun berkurang. maka perlahan lahan jumlah peserta kursus menurun jumlahnyua sampai akhirnhya ditutup.
Dengan berhasilnya wajib belajar maka jumlah siswi yang bersekolah di Ruteng meningkat, maka mulailah Komunitas Ruteng membuka Asrama Putri di dua lokasi yang masih berdiri sampai sekarang. Satu dinamakan Angela 1 berlokasi kira- kira 300 m dari biara dan Asrama Angela 2 di dalam kompleks Biara Ursulin. Karya kerasulan yang juga telah dirintis di Komunitas Ursulin Ruteng adalah kursus bahasa Inggris yang dibuka pada Agustus tahun 2000 oleh Sr. Remilda Nahas, OSU, dan masih berlangsung sampai sekarang. Pada tahun 2010 rumah pembentukan Postulan pernah dilaksanakan di Ruteng hingga tahun 2013.
2 Tahun lagi Komunitas Ursulin Ruteng akan memasuki usia emas ( 50 tahun ), masyarakat sangat mengharapkan Ursulin membuka karya pendidikan dengan memulai membuka Taman kanak- kanak. Mengingat diwilayah Kumba, Wae buka, Cuca lawar dan Bandara belum ada Sekolah. Demikian Sejarah singkat berdirinya Komunitas Ruteng dan harapan memasuki usia emas.
Biara Ursulin Santa Angela Ruteng
Jl. Ranaka – Kumba Tromolpos 3
RUTENG 86500 FLORES – NTT
Tel. 0385-21068 Fax 0385-22050
Email: Sr. Marita maritadinosu@gmail.com
