JAKARTA/BEKASI/TANGERANG

Biara Ursulin "Santa Theresia" - Jakarta

Biara Santa Theresia dimulai dengan dibukanya Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar di daerah Gondangdia pada tanggal 1 Juli 1927. Para suster hanya datang untuk melaksanakan tugasnya di tempat ini. Mereka tetap tinggal di biara induk Nusantara, Jalan Juanda 29. Pada waktu terjadi perang antara Sekutu,Jepang, dan Belanda, kompleks persekolahan Santa Theresia diambil alih oleh pemerintah pada tahun 1943. Baru pada  tanggal 5 April 1947 Santa Theresia dinyatakan sebagai sebuah biara otonom dengan pengembangan karya kerasulannya dalam bidang pendidikan. Para suster menempati biara yang sekarang digunakan oleh Taman Kanak-Kanak Santa Theresia. Setelah itu para suster mengembangkan Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, dan Akademi. Maka didirikanlah SMP Santa Theresia pada tanggal 1 Agustus  1952, SMA Santa Theresia pada tanggal 1 Agustus 1960, Akademi Kateketik Katolik (AKKI) pada tanggal 22 Januari 1968, dan SMK Santa Theresia pada tanggal 1 Januari 1971. Makin lama jumlah siswa semakin melimpah di Santa Theresia.

Pada tahun 1963, gedung baru untuk biara Santa Theresia dibangun. Pembangunan membutuhkan waktu cukup lama. Pada tanggal 25 Juli 1964, ketika Sr. Redepmta Dencher menjabat sebagai provinsial Ursulin Indonesia, yuniorat dipindahkan dari Jalan Merdeka 24 Bandung ke Komunitas Santa Theresia, Jalan Haji Agus Salim 75. Sambil menanti penyelesaian pembangunan, para suster dan para yunior menempati ruang-ruang kelas SD Santa Theresia.

Setelah gedung selesai dibangun, Para suster komunitas menempat lantai 2 dan para yunior menempati lantai 3. Hanya ruang doa dan ruang makan yang digunakan bersama-sama. Masa yuniorat adalah masa pembentukan lanjutan pendalaman panggilan hidup religius.Semua yunior harus memiliki dasar teologi dan kateketik yang kuat. Oleh karena itu pada tahun 1968 didirikanlah Akademi Kateketik Katolik yang dikenal dengan nama AKKI Jakarta. Oleh karena Akademi ini masih berstatus terdaftar dan belum bisa melaksanakan ujian negara sendiri, maka perlu berafiliasi dengan Sekolah Tinggi Kateketik Jogjakarta. Semua suster  mengikuti kuliah di AKKI Jakarta hanya 2 tahun. Pada tahun ke tiga mereka harus mengikuti kuliah di Sekolah Tinggi Kateketik Jogjakarta agar bisa mengikuti ujian negara dan memperoleh ijazah BA atau Sarjana Muda. Baru pada tahun 1975. Ketika Akademi Kateketik Katolik berubah menjadi Sekolah Tinggi Kateketik Karya Wacana semua yunior mengikuti perkuliahan di Jakarta. Sekolah tinggi ini dikelola oleh Keuskupan Agung Jakarta dan Ordo Santa Ursula Provinsi Indonesia. Mahasiwanya adalah para yunior Ursulin, biarawan-biarawati aneka konggergasi dan para awam yang ingin menjadi Katekis. Semua lulusan Sekolah Tinggi ini memperoleh ijazah Kateketik dengan gelar Sarjana Muda. Jadi, cikal bakal Sekolah Tinggi Kateketik Karya Wacana Jakarta adalah Akademi Kateketik Katolik yang pada awalnya hanya diperuntukkan bagi para Yunior Ursulin. Pada tahun 1984, Sekolah Tinggi ini bergabung dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Atmajaya hingga sekarang.

Dalam perjalanan sejarahnya, biara Santa Theresia memberikan kontribusi besar bagi Gereja dan masyarakat meminjamkan fasilitas ruangan dan menghibahkan sebagian tanah bagi pelaksanaan pendidikan sekolah Paroki Santa Theresia. Pada tahun 1964, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris Atmajaya melaksanakan proses perkuliahannya di Santa Theresia. Pada tahun 1968, komunitas Theresia merelakan ruangan belajar SMP Santa Theresia untuk digunakan oleh SMP Santo Thomas pada sore hari. Tidak hanya itu. Pada tahun 1970, komunitas Santa Theresia melalui Sr. Bernadette Verbeek menghibahkan sebagian tanah di Jalan Lombok kepada sekolah Paroki Santa Theresia dengan Yayasan Bellarminus sebagai penyelenggaranya. Selanjutnya pada tahun 1979, biara Santa Theresia meminjamkan ruang kelas SD kepada Keuskupan Agung Jakarta untuk melaksanakan Kursus Pendalam iman (KPI) dan Kursus Pendalaman Kitab Suci (KPKS). Melalui kemurahan hati yang luar biasa ini biara Santa Theresia telah memberikan andil besar bagi pengembangan sumber daya manusia Indonesia.

Menurut catatan, Komunitas Santa Theresia menjadi induk beberapa komunitas cabang. pada tahun 1976, komunitas Kebon Kacang sampai dengan 10 Oktober 1990. Kemudian pada tanggal 25 Mei 1988, menjadi induk komunitas Poso Sulawesi Tengah. Komunitas ini mempunyai SMP dan SMA dangan nama Santa Theresia Poso. Sayangnya komunitas ini hanya bertahan hidup sampai dengan 23 Mei 2000. Konflik sara membumihanguskan komunitas ini. Pada tahun 2003 menjadi induk komunitas cabang Atambua dan pada tahun 2006, menjadi induk komunitas cabang Timika. Setelah diadakan rekonfigurasi komunitas pada tahun 2016, komunitas Theresia menjadi induk komunitas cabang Atambua dan Dili - Baucau.

Sebagai bagian dari paroki Santa Theresia, para suster mengambil bagian dalam pelayanan terhadap kelompok Legio Maria, persiapan para calon baptis, koor pada setiap minggu ke -2, dan membagi komuni.

Pada tahun 2014, dengan dimulainya rekonfigurasi yayasan pendidikan Ursulin Indonesia, terjadi perubahan struktur kepemimpinan. Ada pemimpin komunitas dan pemimpin karya. Pemisahan ini diadakan agar pengelolaan pendidikan lebih efektif dan lebih efisien.


Biara Ursulin “Santa Theresia”
Jl. H. Agus Salim no. 75
Tromolpos 3002 JAKARTA 10350
Tel 021-3844262 / 3150179
Fax 021- 31902620
TK 021-3925367 SMP 021-31935320
SD Tel/ fax 021- 3145794
SMA 021-3142593 SMK 021-3907169
Email: ingridosu16@gmail.com